Climate change in Indonesia is generally characterized by changes in rainfall patterns, daily average temperature, sea level rise, and climate variability. These changes, of course, greatly affect and have serious impact on various sectors in Indonesia. The workshop, initiated by the Ministry of National Development Planning (Bappenas) and Ministry of Environment Japan (MoEJ), is to assess climate change impacts at the provincial level and to develop local climate change adaptation strategies, and to develop strategic plans adaptation in various sectors.

The three main provinces have been chosen as the first step, namely North Sumatra Province, East Java Province, and Bali Province. To evaluate the impact assessment and adaptation options on a local scale, a series of workshops were held in Medan (North Sumatra), Surabaya (East Java) and Denpasar (Bali), from 19 February to 22 February 2018. The workshop was attended by around 35 participants consist of BAPPENAS, RAN-API secretariat, BAPPEDA, local governments from various sectors, and academics in each province.

 

Perubahan iklim di Indonesia umumnya ditandai dengan adanya perubahan pola curah hujan, temperature rerata harian, kenaikan muka air laut, dan variabilitas iklim. Perubahan yang terjadi tentu sangat mempengaruhi serta berdampak serius terhadap berbagai sector di Indonesia. Adanya Workshop yang diprakasai oleh Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Ministry of Environment Japan (MoEJ) ini tidak lain adalah bertujuan untuk melakukan penilaian terhadap dampak perubahan iklim pada level provinsi dan untuk mengembangkan strategi adaptasi perubahan iklim local, serta untuk membuat rencana strategi adaptasi di berbagai sector.

Tiga provinsi utama telah dipilih sebagai langkah awal, yaitu Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Jawa Timur, dan Provinsi Bali. Untuk mengevaluasi hasil kajian dampak, dan opsi adaptasi dalam skala local, maka diselenggarakan rangkaian workshop di Medan (Sumatera Utara), Surabaya (Jawa Timur), dan Denpasar (Bali), yaitu dari tanggal 19 February sampai 22 February 2018. Kegiatan workshop dihadiri oleh sekitar 35 peserta yang terdiri dari BAPPENAS, secretariat RAN-API, BAPPEDA, pemerintah daerah dari berbagai sector, dan akademisi di masing-masing provinsi.

(dwi puspa arini)